Soeharto sebagai Pahlawan??

Walaupun telah merdeka secara simbolis 63 tahun yang lalu, Indonesia sampai sekarang masih diatur oleh tangan-tangan tak terlihat negara-negara Barat atau negara-negara maju. Indonesia menjadi tempat bagi negara-negara maju  mengeksploitasi kekayaan alam negara kita menggunakan teknologi yang mereka miliki. Awal masuk kembalinya pengaruh negara-negara asing setelah merdeka berada  pada masa kepemimpinan alm. Soeharto.

Beliau mengharapkan kemajuan bangsa dalam waktu singkat tanpa mempertimbangkan dampak ke depannya. Menerima bantuan-bantuan dana dari negara “ penjajah “ dengan persyaratan yang seharusnya merugikan Indonesia untuk jangka panjang. Dampak negatif itu dapat dirasakan sekarang.

Indonesia yang memiliki sumber daya alam yang melimpah seharusnya sudah mampu memakmurkan rakyatnya. Sumber daya alam yang penting dan memiliki prospek yang baik seperti misalnya migas, panas bumi dan tambang hampir semua dikuasai oleh pihak asing. Contoh kasusnya adalah PLN yang masih harus memasok listriknya dari perusahaan-perusahaan asing lainnya sebesar 23 persen dari total pendistribusiannya. Hal ini membuat tarif dasar listrik di Indonesia menjadi mahal dan mendapat peringkat kedua taraf listrik termahal di ASEAN.

Selain itu pada masa kepemimpinan Soeharto, sudah bisa dikatagorikan sebagai seorang diktator, kebebasan berpendapat sama sekali tidak ada. Bagi orang-orang yang melakukan hal-hal mencurigakan akan langsung ditangkap dan diasingkan. Ketidakbebasan ini terjadi selama 35 tahun. Oleh karena itu penyelewengan seperti praktik KKN kerap terjadi dan didukung dengan kebebasan pemerintahan, membuat praktik KKN pun terus terjadi tanpa ada yang mengganggu. Dari sini terlihat bahwa hukum yang ada pada saat itu sama sekali tidak berdaya karena hukum juga berada dibawah kontrol sang Diktator.

Jadi terlihat bahwa warisan yang diberikan oleh Presidan kedua ini untuk Indonesia berupa utang negara yang melimpah dan budaya praktik KKN yang medahulukan kepentingan pribadi daripada kepentingan bangsa ini. Masih pantaskah alm.Soeharto mendapat gelar pahlawan?

 

This entry was posted in sosial ekonomi politik budaya. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s