jurusan teknik fisika

Sejarah terbentuknya jurusan teknik fisika adalah karena orang menyadari bahwa perlunya membekali engineer-engineer dengan dasar-dasar ilmu fisika, matematika serta engineering yang kuat dan luas. Tujuannya adalah untuk menjembatani antara ilmu-ilmu dasar murni( kimia,fisika dan matematika ) dengan ilmu-ilmu keteknikan ( teknik elektro, mesin, material dan lain-lain) yang dapat digunakan dalam pengembangan dan penelitian. Jadi lulusan dari teknik fisika ( S1 ) diharapkan bisa menjadi katalisator dalam penelitian dan pengembangan.

Di Indonesia hanya ada 4 universitas yang menyediakan jurusan teknik fisika dan yang paling tua adalah teknik fisika ITB. Salah satu penyebab langkanya jurusan ini adalah kurangnya pengajar karena biasanya setelah mahasiswanya lulus, jarang sekali para sarjana-sarjana tersebut memilih jalan menjadi dosen. Di bawah ini akan diberikan kurikulum dalam program studi teknik fisika dan prospek setelah lulus.

Kurikulum program studi di teknik fisika ITB terbagi menjadi 3 tahap, yaitu tahap pertama adalah Tahap Persiapan Bersama (TPB) yang mempelajari ilmu-ilmu dasar, tahap kedua adalah tahap sarjana muda yang mempelajari ilmu-ilmu rekayasa dan tahap terakhir adalah tahap sarjana yang akan mempelajari bidang-bidang keahlian yang diminati. Bidang-bidang keahlian itu adalah keahlian instrumentasi dan kontrol, keahlian fisika bangunan, akustik dan energi, keahlian rekayasa bahan, keahlian optik dan laser.

Pada TPB ilmu dasar yang akan dipelajari adalah fisika, kimia, konsep teknologi, matematika, dan humaniora. Di tahap ini mahasiswa akan dipersiapkan untuk memasuki tahap berikutnya. Ilmu dasar yang dipelajari hampir sama dengan yang dipelajari di SMA dengan sedikit diperdalam. Tahap berikutnya

yaitu tahap sarjana muda adalah masa di mana mahasiswa akan dibekali dasar-dasar ilmu rekayasa. Ilmu-ilmu yang akan dipelajari adalah matematika rekayasa, fenomena gelombang, termodinamika, elektronika, medan elektromagnetik,metode pengukuran, fenomena transport, sistem logika digital, kontrol otomatik, teknologi sensor, dan fisika material. Di tahap terakhir akan diberikan beberapa kuliah pilihan yaitu instrumentasi dan pengukuran industri, analitik, akustik, optik, kontrol modern, sistem kontrol cerdas, teknik pencahayaan, teknologi proses material, manajemen dan ekonomi kerekayasaan. Kuliah pilihan di atas yang menentukan bidang keahlian apa yang dimasuki.

Untuk prospek setelah lulus yang paling banyak dicari perusahan-perusahan multinasional adalah lulusan dengan keahlian instrumen dan kontrol. Perusahan-perusahaan itu bergerak dalam industri rekayasa dan konstruksi, industri produk sistem instrumentasi dan integrator sistem, dan industri pengolahan dan manufaktur.

Dalam industri rekayasa dan konstruksi, para engineer akan merancang bangun suatu pabrik dari atas kertas hingga sampai mulai beroperasi. Dalam perancangan dan pembangunannya pasti akan ada menggunakan peralatan instrumentasi yang mengukur ataupun peralatan yang mengendalikan pembangunannya. Contoh perusahaan yang bergerak dalam bidang ini adalah PT Tripatra, PT Rekayasa Industri, PT McDermott Indonesia, PT IKPT, PT Amec Berca, PT KBR Indonesia, PT Gunanusa Fabricator, PT. Technip, PT CeriaWorley, PT Pertafenikki, PT Saipem, dll.

Dalam industri produk sistem instrumentasi dan integrator sistem adalah perusahaan yang menghasilkan sistem instrumentasi dan kontrol yang diperlukan oleh industri lainnya. Selain itu berhubung banyaknya perusahan yang menghasilkan berbagai macam sistem Instrumentasi  dan kontrol, maka tidak menutup kemungkinan di dalam suatu industri terdapat banyak macam sistem instrumentasi dan kontrol yang berbeda-beda. Jadi perlu seorang engineer yang dapat mengintegrasikan semua sistem instrumentasi tersebut. Beberapa perusahanan yang bergerak dalam bidang ini adalah PT Yokogawa Indonesia, PT Widya Pandu Ekatama, PT Control System Indonesia, PT Transavia Otomasi Pratama, PT Wifgasindo Dinamika Instrument Engineering, PT Somit Karsa Trinergi, dll.

Yang terakhir adalah industri yang bergerak dalam bidang pengolahan dan manufaktur. Industri satu ini memerlukan engineer yang ahli dalam bidang instrumentasi dan kontrol untuk melakukan perawatan dan penyelesaian masalah pada sistem instrumentasi dan kontrolnya. Di samping itu engineer tersebut akan merancangan sistem baru yang akan ditambahkan pada pabrik jika perlu. Berikut adalah beberapa nama perusahaan nasional maupun multinasional yang bergerak dalam bidang ini dan memiliki banyak  engineer instrumentasi didalamnya: PT ExxonMobil Oil Indonesia, PT Pertamina E&P, PT Medco Indonesia, PT Pupuk Kaltim, PT Chandra Asri, PT Semen Gresik, PT Unilever Indonesia, PT Panasonic Indonesia, PT Astra International, dll.

Jurusan teknik fisika sebenarnya adalah jurusan yang cukup menarik untuk digeluti, sayangnya saat ini jurusan teknik yang satu ini yang masih kurang populer di mata calon mahasiswa baru jika dibandingkan dengan jurusan mesin, elektronika, atau informatika yang dikarenakan calon mahasiswa-mahasiswa baru tidak begitu mengetahui apa isi teknik fisika itu dan prospek ke depannya setelah lulus.

This entry was posted in lain-lain. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s